Sabtu, 03 Oktober 2026

BAHAYANYA PLASTIK part 1

 

Penanganan limbah plastic

Plastik saat ini menjadi topic utama bila kita membicarakan lingkungan. Mengapa plastic? Dari hasil beberapa penelitian bahwa plastic menjadi bahan yang tidak bisa berbaur dengan lingkungan, tanah, air maupun lautan. Organisme di daratan maupun diperairan dapat terancam akibat terbelit, sesak napas, maupun termakan oleh plastik.

Berbicara mengenai plastik tidak hanya sebatas kantong plastic, tapi keseluruhan peralatan yang terbuat dari plastic.  Plastik dan turunannya yang sudah tidak terpakai menjadi limbah plastik yang sangat berbahaya untuk satwa liar, khususnya di laut.  Untuk di lautan, secara fisikal dengan adanya sinar matahari, oksigen dan ombak, plastik dapat menjadi bagian terkecil, yaitu mikroplastik yang sangat berbahaya bagi makhluk hidup di lautan.. Micro plastic inipun menjadi bahan beracun terutama bila tercampur dengan bahan makanan atau minuman bagi manusia atau makhluk hidup di daratan.  Dan pada kenyataanya micro plastic ini pun sudah termakan oleh manusia.

Dari hasil penelitian World Wild Fund Indonesia (WWFIndonesia) menyebutkan bahwa sebanyak 25 persen spesies ikan laut telah mengandung bahan mikroplastik, dimana bahan tersebut berasal dari sampah plastik di lautan.  Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm dan dapat dikonsumsi plankton sebagai salah satu makanan utama ikan. Udara yang kita hirup saat ini telah mengandung partikel mikroplastik, begitu juga tanah hingga makanan kita

Mengapa manusia lebih cenderung memilih plastic dalam keperluan hariannya? Karena plastic bersifat fleksibell dan membuat pekerjaan menjadi lebih mudah serta cepat. Bila kita perhatikan dalam setiap kegiatan pasti ada bagian yang dari plastik. Plastik juga menggantikan barang-barang yang tadinya berasal dari alam. Plastic merupakan produk polimerisasi sintetik atau semi sintetik dari polimer karbon atau dengan oksigen, nitrogen, hydrogen, nitrogen clhorine atau belerang dengan hasil yang murah, kuat, mudah diperoleh, dan tahan lama. Dari hasil pemanasan dan tekanan yang tinggi maka plastik akan terbentuk. Teknologi pembuatan plastik berkembang semakin maju setelah adanya statement dari perusahaan Novomer pada Bulan Desember tahun 2009, bahwa saatnya periode komersialisasi plastic.

Dampak dari komersialisasi plastic adalah bila barang tersebut sudah tidak terpakai maka limbah plastic akan semakin banyak dan penanganana memerlukan waktu yang lama untuk terurai. Indonesia sudah dalam kondisi darurat plastic, dimana pertambahannya per tahun sangat signifikan.

Forum Ekonomi Dunia  (World Economy Forum) pun pada sidang Bulan JUli tahun 2020 mengatakan ada sekitar 150 juta ton sampah plastik berada di perairan dunia. Pertumbuhannya pun tak kalah hebat, mencapai 8 juta ton per tahunnya.

Sampah plastik di lautan juga menjadi masalah bagi Indonesia. Kita tentu masih ingat dengan penemuan bangkai paus sperma (Physeter macrocephalus) di perairan Pulau Kapota, Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 18 November 2018. Bangkai ikan bernama lain paus kepala kotak itu kemudian dienkropsi. Hasilnya sungguh mengejutkan karena dari dalam perutnya ditemukan ratusan sampah plastik berbagai jenis seberat total 5,9 kilogram.

AKHIR PEKAN YANG DAMAI

 

Akhir pekan adalah hari dimana satu keluarga melakukan kesenagannya sendir. ada yg hanya menikmati di rumah dengan tanamannya, atau bersiih-bersih kamar yang kemaren-kemaren tak sempat di tata rapi .

Hari ini aku menikamti hariku dengan keheningan akhir pekan. setelah sarapan langsung ke balkon melihat tanamanku yang kutaruh di balkon. sambil nyeruput kopi, aku melirik satu persatu tambulapot yang kutanam . aku tahu bahwa aku harus melihat dengan teliti tanamanku agar tak kering akibat panas yang terus melanda wilayahku.

kulihat tanaman kelengkeng yng kupaksa untuk kerdil sehingga bisa di tanam di balkon tampak segar, karena tadi malam aku menyiramnya. Jambu air, yang banyak hama putihnya kupotong agar tak menjulang tinggi tampaknya mulai berbunga.

 Akhir pekan tampak tenang, anak2 yang biasanya ramai setelah pulang sekolah tampaknya hari ini sepi. mungkin mereka di ajak oleh orang tuanya untuk menikmati liburan. Aku menikmati keheningan ini dan tentu aku menikmati hidup dengan segara prosesnya.


jember, oktober 26


Kamis, 01 Oktober 2026

BERTEMU LAGI

 Sekarang tanggal 2 Oktober 2026 membukakembali blog-ku yang kutinggal sejak tahun 2023.

Semangat menulis mulai bergejolak pada badan yang sudah menua ini. hanya karena denga menulis inspirasi selalu ada, dan merangkai kembali setiap peristiwa yang ada.

Awalnya harus belajar lagi mungkin ada perubahan di blog ini, tapi rupanya masih berjalan 'as it is'.

Saat menulis kembali , aku berada di jember "hometown" , menikmati pensiun yang sangat menenangkan tanpa terburu-buru oleh 'deadline" kerjaan. Bebas..horeee!!!

dengan ketenanagan full aku bertemu kembali dengan blog=ku yang sudah tak tersentuh selama 3 tahun.


Selasa, 10 September 2024

 

================================================== (4)

“Prof,  my case probably is not scientific case, Anyway I would like to tell you what happened is” sahut Rina. Tapi prof Birgit mengatakan bahwa apa yang di alami Rina akan mempengaruhi kelanjutan akademinya, sebaiknya bercerita agar dia masih bisa menangani kuliahnya.

Rina menceritakan semua apa yang terjadi pada dia dan suaminya. Terutama mengenai ketidak mampuannya untuk hamil padahal kondisi sehat dan juga MUNGKIN karena Prof. Birgit memberikan peluang yang besar sehingga Rina bisa segera selesai doktorannya.

 

(Dalam Bahasa Indonesia)

Prof. Birgit mengangkat bahunya , dan “ Rina, dalam permasalahnmu, kamu harus memilah antara tujuanmu untuk melanjutkan studimu atau kamu akan berhenti lalu mengikuti keinginan suamimu”

“Itu sebuah pilihan dalam hidupmu”, lanjut Prof. Bitgit. Rina tidak kuat menahan emosina yang membuncah saat dia konsultasi dengan professornya.

“saya ingin menempeleng perempuan itu , Prof” sahut Rina.

“Tidak Rina, Kamu kalau di jerman tidak bisa melakukan kekerasan walaupun suamimua adalah Orang Indonesia. Kamu akan di tuntut oleh polisi disini.” Kata Prof. Birigit, dan “kamu juga akan keluar di universitas bila memiliki riwayat kekerasan, dan saya tidak ingin student saya memiliki riwayat kriminalitas”

 

Dengan tersedu Rina menoleh ke Prof. Bigit “saya harus bagaimana Prof. Ajik sudah tidak ke apartemen lagi, apalagi apartemen itu atas nama Ajik dari Beasiswa Ajik” lanjut Rina dengan mata yang penuh dengan air mata. Prof. Birgit tertegun sejenak karena dia mengira bahwa Rina juga memiliki “stipendium” (beasiswa).

Prof. Birgit terdiam sejenak dan dia menelphon temannya “apakah kamu ada di tempat dalam minggu ini? Nanti akan ada studenku yang akan kesana”

“OK kamu ke Munchen ke teman saya besok, naik kereta yang pagi saja langsung ke Munchen”, tiba-tiba Prof. Birgit membalikkan badannya dan menatap Rina, “ayo kita ke caffee sekarang saya pingin ngobrol dulu dengan kamu” lanjut Professor Birgit.

Rina tak bisa berkata-kata lagi, dengan mata sembab dia hanya menganggukkan kepala dan mengekor Prof. Birgit keluar dari ruangannya.

 

$$

Mengingat Prof. Birgit adalah seorang vegetarian, maka Rina dan Proff. Pergi ke Kaffehus, dimana, disini meeka berbincang. Tapi perbincangan banyak dikuasai oleh Prof.Birgit.

 

‘kamu tahu kan laki-laki tadi fakultas?” Tanya prof. ke Rina. Rina hanya mengangguk.

“laki-laki tadi adalah ayah dari Chaterina, dia akan mengucapkan selamat tahun padaku” kata prof. sambil kedua matanya itu menmbus kaca jendela dan sepertinya mengembara kemana.

“nama lengkapku kamu sudah tahu ya, Birgit Adelio, laki-lakiitu pernah menjadi suamiku, Abraham Adelio” cletuknya. “pada saat aku hamil chaterina usia 8 bulan kandungan, dia pacarn dan melakukan hubungan sex denan mahasiswanya” lanjut Prof. Birgit Adelio. “aku berjalan jauuuh sekali untuk melampiaskan ke kesalanku, aku tidak menggugat, tapi aku pergi saja tiba-tiba, aku menutup diri” cerita Professor. “aku mengajukan pindah universitas dari Universitas Kassau, aku ke Goettingen, aku gak perduli” lanjut Professor Bigit pada Rina.

 

Rina tenggelam kedalam bayangannya sendiri, karena dia memiliki kisah yang sama dengan Proff.nya.

Tiba-tiba Rina menyahut, “prof. bagaimana kalau aku pakai kerudung, karena salah satu tuntutan Ajik adalah aku tidak boleh bekerja sepulang ke Indonesia, kemudian aku harus pakai kerudung”

“No, Rina, kamu gak bisa pakai kerudung hanya dengan niat menyenangkan suamimu, dan belum tentu suamimu akan kembalipadamu walaupun kamu pakai kerudung. Bolah kalau kamu pakai kerudung dengan tujuan agamamu” Professor Birgit menekan kata-kata itu agar Rina memilik motivasi yang baik untuk pakai kerudung, bukan hanya untuk pelampiasan saja.

Rina setuju, toh belum dia  pakai kerudung lalu Ajik kembali, tapi kenapa Ajik mensyaratku itu? Padahal Maria bukan wanita yang menggunakan kerudung, Ratna mendesah kecil, dia hanya memalingkan mukanya ke-arah jendela juga. Tiba-tiba Prof. Birgit mengagetkannya “ besok kamu jam 7 malam kamu naik kereta bertemu dengan temanku, dr.Martha”. Rinapun mengerutkan dahinya “apakah dr. Martha sudah tahu kasusku, Prof?’ Tanya Rina.

“ok, aku sudah memberikan nomot telephonmu ke dia, kamu berhenti di stasiun utama, München Hauptbahnhof, dan selanjutnya kamu menunggu dia di caffee. Kamu cerita saja ke dia bagaimana menata mindset mu menghadapi kasus rumah tangga. Dia seorang psykiatris yang bagus.” Kata Prof. Birget. “oh ya, ini tiketmu aku sudah minta ke balai kota kemaren untukmu” lanjut Professor Birigit.

Rina hanya memandang professornya tanpaberkedip, dia meras bahwa dia masih mendapatkan orang baik yang sangat perhatian ke dia di tempat yang jauh dari Ayah dan Ibunya. Tiba-tiba airmata menitik haru sambil memandang Prosfessornya, akhirnya merek saling berpelukan.

“ok kita kembali lagi pada aktifitas masing-masing, aku masih ke kampus dulu ada murid baru dari Norwegia akan bertemu dengan aku’ Professor Birgit melepaskan pelukannya, ‘oh ya, kamu siap-siap pergi nanti biaya taxi kamu minta dan akan di ganti kalau sudah kembali ke Goettingan, salam buat Martha” ucap Professor Birgit. Rina mengangguk.

Rina kembali ke apartemen dan siap-siap untuk ke Munchen besok pagi.

“aku harus kuat, setelah selesai dari Munchen aku akan telphon ayah di Indonesia’ Rina kembali monolog dengan dirinya sendiri.

 

=========================================================(3)

“Aku mencari Ajik” kata Rina

“aku melihatnya tadi ke mesjid dan aku lihat sepedanya ada di halaman gedung apartemenku” ntar aku pastikan, tunggu disini” Sigit langsung apartemennya, dan …

“iya mbak, aku malah Tanya ke Pak Sodiq yang kebetulan diluar, kata Pak Sodiq tadi sama Maria ke atas ke tempat “Maria”, lengkap Sigit.

“Maria dosen universitas Brawijaya, yang baru datang, bukan?” Tanya Ratna ke Sigit. “kayaknya gitu deh mbak”, sahut Sigit.. sejak Ajik meninggalkan apartemen, kegelisahan Rina membuncah emosinya. “kemana aku harus mencari , Ajik” desah Rina.

Rina bersama Sigit ke halaman apartemen Sigit, dan merekapun melihat sepeda sport Ajik yang disatukan dengan satu sepeda lainnya. “emang yang satu ini kok nempel di sepeda ajik?” Tanya Rina ke Sigi dan kebetulan ada Sodiq disana “oh..itu sepeda Maria” kata Sodiq’ Rina dan dan Sigit bertatapan, karena aneh.

“nanti saya lihat di apartemen Maria, karena aku satu lantai dengan dia” bisik Sigit dekat Rina. Rina hanya mengangguk.

SEtelah pamit ke Sigit dan Sodiq, Rina kembali dengan hati yang resah dan gundah “salahku apa” dia monolog dengan dirinya sendiri. “apakah aku harus cerita ke Bapak di Indonesia? Seklai lagi ke dirinya sendiri.

Dengan rasa kecewa Rina membuka pintu apartemen, tapi Rina tidak akan langsung menuduh atau marah pada Ajik. “aku harus mencari bukti” lirih Rina. Rina membuka lemari baju, disana dia hanya melihat beberapa baju AJik. “mungkin masih di laundry” pikir Rina, da dia menghampiri meja kerjanya dan membuka desk-topnya, dan dia mencari kelompok email dari PPI Goettinen barangkali ada pengumuman yang penting. Disana hanya ada pengumuman akan ada upacara 17 Agustus di kedutaan di Hamburg. Disana beberapa list peserta yang ikut, Rina belum tertarik untuk ikut mengingat Professor Birgit merekomendasikan presentasi Proffeor Mac tentang Ekonomi Pedesaan, artinya Rina dan Sigit tidak ikut, karena Sigit harus sit-in pada seminar tersebut. Sebagian besar orang-orang Indonesia ikut ke Hamburg dengan kereta malam yang lebih murah Dari Goettingen ke Hamburg. Rina juga melihat bahwa yang mengkoordinir itu adalah Ajik, tapi Ajik tidak pernah menyampaikan ke Rina, dan bahkan tidak menawari Rina untuk ikut. Rina membaca itu hanya tertegun dan di sudut matanya tampak genangan air mata. Dia hanya berfikir bahwa dia  tidak bisa terlibat lagi dalam aktifitas Ajik tanpa diinginkan.

Malam sebelum ke berangkatan ke Hamburg, Ajik pulang dan dia pamit dengan tanpa menyebut nama Rina ”aku berangkat” kata Ajik. Dan Ajik sekarang tidak pernah memanggil Rina dengan nama kesayangan yang biasanya menyebut “Ndhuk”. Rina tergagap dan mengucapkan “hati-hati, segera pulang” .

$$

MInggu ini Rina mengajak Ajik untuk periksa kandungan dan sperma, karena Rina masih terngiang apa yang dikatakan Ajik sebelum Ke Hamburg. “Rin, kenapa ya kok kita belum dapat momongan, Mas Budi selalu bilang kita jangan terlalu sibuk agar dapat momongan”. Rina terdiam dan mengajukan pemeriksaan. Rina dulu yang melakukan pemeriksaan, dn dinyatakan sehat tapi ada myoma kecil di rahimnya, itupun sebelah kiri.  Hasil uji sperma akan didapat satu minggu kemudian.

$$

Drrrtttttt…drrttttttt…

Telephon dari Munir, dia salah satu dosen Faperta yang akan melanjutkan doktornya di Hamburg. “mbak..kenapa nggak ikut ke Hamburg?” tiba-tiba dia tanya Rina “aku gak sempet Nir” sahut Rina. “aduuuh..mbak…udahlah itu suamimu mesra banget ama yang namanya Maria” lanjut Munir.

Deegggg

Rina kaget mendapatkan informasi tersebut, karena dia tidak menyangka bahwa Ajik yang belakangan cuek itu ada maksudnya. “Tapi kenapa?’pRina mulai instrospeksi diri. “apakah karena aku bisa lulus duluan?” pikir Rina sehingga Ajik mulai menjatuhkan mental Rina?

‘”ok ..jangan menyerah Rina, jangan menngis Rina, jangan cengeng Rina ”kata-kata itu terus menggema di pikirannya dan tentu saja di perasaannya. “aku harus punya bukti” tegasnya.

Kepulangan dari Hamburg Ajik hanya mampir sebentar ke apartemen saat Rin adikampus, dan dikampuspun Rina bertemu dengan Maria.

Marian melihat Rina dengan senyum kemenangan, tapi Rina segera pergi, dia lebih langsung ke Ajik untuk bertanya langsung. Walauoun Rina meninggalkan Maria yang masih tersenyum sinis, Mata Rina sembab sambil menuju ke lantai atas ke tempat Professor Birigit.

Rina ingin klarifikasi dari Ajik, hanya Ajik sekarang bukan seperti suami lagi, dan ini sangat membingungkan. Rina segera kirim email ke Prof.Birgit untuk menunda pertemuan kali ini, Rina melakukan re-schedule minggu depannya saat Prof. Birgit dari Kassau. Namun Prof.Birgit tetap ingin bertemu dengan Rina karena ada sesuatu yang perlu disampaikan untuk penelitian Rina. Akhirnya Rina kembalilagi kelantai 5 dimana Prof.Birgit berkantor.

$$

Pertemuan dengan Prof.Birgit membuat Rina gugup karena kondisi hatinya yang kurang baik.

“ do you have problem?” kata-kata itu yang pertama di lontarkan oleh Prof. Birgit sambil menyelidiki mata sembab. “

 

 

 

=====================================================(1)

BAB III

“selamat datang bagi ibu-dan bapak dosen yang akan melanjutkan sekolah di Universitas Georg Auust University –Goettingen,semoga betah, dan untuk melihat gambaran seperti apaUniversity ini dan kehidupan di Jerman, kita dengarkan ketua PPI (Persatuan Pelajar Indonesia tahun 1999) adalah Kismoaji dari Fakultas Kehutanan IPB yang akan melanjutkan kuliah Doktorannya di Universitas ini, Kami persilahkan Saudara Kismoaji memberikan sambutannya” kata MC.

Rina menghadiri pesta penyambutan kedatangan dosen2 yang akan melanjutkan sekolah/kuliahnya di Goettengen bersama Wati, sambil melihat Ajik di atas pentas, dia merasa heran Ajik sangat keren dan berbeda dengan Ajik yang saat ditemui Rina dimesjid.

 “Sudah seminggu Ajik baru pulang ke apartemen hanya untuk ganti baju”pikir Rina sambil membayangkan penampilan Ajik yang di masjid dengan celana ngatung, dan sekarang dia tampak modis.

Sambutan demi sambutan hanya lewat saja  di telinga Rina karena dia hanya focus pada seorang dosen wanita, yang tampak lebih modis dengan penampilan yang berbeda dari yang lainnya. Kalau dosen wanita lainnya penampilannya tampak  sederhana dan ada yang menggunakan jilbab, tapi dosen wanita yang satu ini selalu menebar senyum serta pakaiannya . Rata-rata tamu lainnya baik dosen Indonesia yang lama maupun yang baru disana sangat terhipnotis dengan ibu dosen wanita itu.

Setelah acara –demi acara berlalu, Rina dan Wati memisahkan diri ke bagian makanan, dan sama-sama mengambil teh panas dan kopi yang tersedia di luar. Sebenarnya Rina masih ingin melihat pesta itu dan ingin duduk bersama Ajik, namun dia melihat Ajik sangat sibuk dan tidak melibatkan Rina. Dan Rina sangat memaklumi kesibukan Ajik.

Sebelum keluar ngopi bersama Wati sebenarnya Rina sudah mendekati suaminya yang masih sibuk, tapi Ajik hanya tersenyum dan segera berlalu. Rina membalas senyuman cantiknya ke suami tercinta, Ajik. Namun,tiba-tiba ada dosen dari Universitas Mataram yang saat dekat dengan Ajik menyapa Rina, Zaini.  Zaini sering mempengaruhi Ajik untuk selalu ke masjid, dan dia adalah yang tertua di antara dosen-dosen Indonesia lainnya yang kuliah di Goettingen. Dengan pemikiran yang “mainstream” . Pernah Rina berdiskusi dengan dia, dan dia juga pernah menyampaikan bahwa Professor Birgit adalah seorang feminis, kalau dalam Islam..bla…bla..bla..

“lohhh…mbak Rina gak ikut sibuk di kepanitiaan?”.

Rina diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Zaini, akhirnya dengan pelan menjawab

“ saya lagi dipanggil professor saya Pak Zaini”, sebenarnya Rina ingin menjawab bahwa  dia tidak menyukai acara ini, tapi demi sopan santun hanya menjawab singkat.

Tapi memang kenyatannya benar Rina bertemu dengan Professor Birgit dengan menyampaikan beberapa draft kerangka pikir mengenai penelitiannya dan tulisan singkat mengenai tatanan Birokrasi di Indonesia.

“Baik Pak Zaini saya mau keluar ruangan sebentar” tukas Rina karena tidak ingin memperpanjang jawaban agar tidak terjadi diskusi, takut dinasehati pikir Rina.

SEtelah pertemuan pesta tersebut, Rina menunggu Ajik di pintu keluar ruangan pesta, dan dia melihatnya denan tersenyum.

“ayo pulang aku tungguin ya” Rina mendekatkan diri ke Ajik, dan Ajik hanya mengangguk.

Waktu berlalu, PPI sering melakukan pertemuan, seminar dan jalan-jalan. Persahabatan antara dosen lama dan dosen baru semakin erat. Acara keakraban sering ditunjukkan dengan makan bersama, pergi bareng. Rina ikut tergantung jadwal kuliah yang direkomendasikan oleh Professornya. Kadang satu kuliah dengan Ajik kadang juga berbeda tergantung dari tema dan mata kuliahnya, Ajik kembali perhatian pada Rina dan merekapun sering bepergian bersama.

Namun, suatu ketika..

Ajik kembali ke apartemen, kebetulan Rina sudah kembali dari Fakultas juga. Pertemuan yang disengaja agar bisa menikmati sore menjelang musim semi, dan Rina mengharapkan bisa ngobrol lebih banyak karena kerinduannya selama musim dingin. Setelah meletakkan ranselnya “assamlaialum” menyapa Rina yang sudah menyeduhkan teh hangat. “waailuk salam wr wb, apa kabar saying” jawab Rina.

 “Rina, aku mau membersihkan badan dulu, sekarang ada pengajian di mesjis, Pak Zaini akan membawakan dakwahnya” kata Ajik, Rina hanya tertegun, bukannya kemaren mau menghabiskan sore bersama. Dengan teruru-buru Ajik ke kamar mandi, dan dia menggeletakkan hpnya di meja belajar. Dengan Iseng Rina membuka HP tersebut…dan terkunci.

Rina merasa aneh mengapa HP terkunci, biasanya dia membuka hp Ajik tidak terkunci. Lalu Rina dengan pelan  berjingkat ke kamar mandi menyusul Ajik yang lagi asyik mandi. “ Jik, kok HPnya terkunci?” Tanya Rina. Dan Ajik menoleh saat lagi kepalanya di shower. “Rin..apa hakmu membuka HP ku? “ teriak Ajik di bawah pancuran dan segera dia menyelesaikan proses mandinya.

Keluar dari kamar mandi, Ajik langsung meraih HP yang masih di tangan Rina, Rina tersentak kaget. “kok aneh kamu JIk, kemaren2 aku biasa buka HP mu dan kamu juga buka HP aku”sahut Rina sambil melihat Ajik dengan heran.

“mulai sekarang jaga privasi masing-masing dan jangan suka ingin tahu urusan orang” timpal Aji sambil melotot kearah Rina.

“dan mulai sekarang jangan cari aku” tegas Ajik sambil berganti baju dan memasukkan baju-baju ke dalam ranselnya. “emang kamu kemana JIk kok bawa baju?” Tanya Rina sambil memegang tangan Ajik yang sibuk memasukkan beberapa baju ke ranselnya. Ajik mengibaskan tangan Rina dan pergi.

“Ajik..tunggu, ada apa dengan kamu?” teriak Rina saat Ajik keluar kamar, Rina mengejarnya sampai koridor apartemen, tapi Ajik sudah tak tampak. Rina heran, campur marah dan sedih, hanya bisa menitikkan airmata setelah menyadari bahwa itu bukan mimpi.

SEtelah itu terjadi, Ajik tidak kembali ke apartemen, dia tidak tahu kemana. Rina mulai bertanya-tanya ke teman-teman lainnya. Dan saat waktu pulang masjid, Rina bertemu dengan Sigit

“ada apa mbak?” Tanya sigit.